TentangVelgGrandVitara

Tidak di pungkiri, penampilan mobil menjadi laen dari yang laen salah satunya mengganti velg, karena velg turut andil menunjukkan jati diri pemiliknya, maka saat memutuskan untuk mengganti pelek, hal yang penting diperhatikan selalu terkait dengan angka yang merujuk pada ukuran & kode penggunaan.

Pertama, angka dimensi yang terdiri dari diameter & lebar dari velg. Ukuran diameter atau yang umum dikenal dengan Ring untuk masing2 mobil berbeda, yang umum antara 14 – 22 inci & bisa di lihat dari kode pada pelek atau jika bingung bisa melihatnya dari ban yang gunakan.

Pada dinding ban misalnya terukir kode 205/65 R16, yang berarti bahwa lebar tapak ban adalah 205 mm, 65 merupakan rasio angka tebal atau tinggi ban dalam persen, R merupakan kode jenis jalinan benang kawat untuk Radial & 16 merupakan diameter dari rim atau peleknya.

Dalam pelek kerap terukir ukuran diameter x lebar, misalnya 15 x 7, angka 7 merupakan lebar tapak pelek dalam inci. Selain dimensi, juga harus memperhatikan angka PCD (Pitch Circle Diameter) yaitu jarak lubang baut antara satu dengan yang lainnya dengan mengambil acuan ukuran titik terlurus dari masing-masing lubang yang berseberangan. Ini dapat ditemukan ukuran PCD pada spesifikasi pelek dengan kode misalnya 4×100 (4 lubang dengan jarak PCD 100 mm). Tapi tidak semua velg memiliki ukuran PCD yang sama lho yaa, ada beberapa velg juga terdiri dari lebih dari 4 lubang baut nya, sehingga perlu diteliti agar tidak salah beli. Lalu bagaimana dengan istilah offset?

Ya, istilah tersebut juga terkait dengan angka, walaupun bagi segelintir orang melihatnya lebih kepada selera desain, jadi Istilah offset dapat didefinisikan sebagai lekukan atau tonjolan pada bagian tengah pelek & posisi tengah dari center line atau pelek standar disebut dengan nol, sementara semaking cekung disebut dengan negatif (-) & positif (+) untuk tonjolan keluar.

Semakin besar angka negatif nya, semakin dalam legok pada pelek & sebaliknya pada positif akan semakin menjorok ke luar bagian permukaan tengahnya.

Offset sering juga ditandari dengan ET, ini dari singkatan kata bahasa Jerman, Einpresstiefe. Ukuran tersebut wajib diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap faktor kenyamanan & keselamatan berkendara sehingga tidak bisa diabaikan saat mau mengganti pelek kendaraan, namun,,, bagaimana jika ingin meningkatkan ukuran dari pelek??

Bisa aja siii,,, menaikkan ukuran pelek, yang biasanya dilakukan untuk mendukung penampilan & jati diri & ngga ada masalah jika mau menaikkan sejumlah 1 atau max 2 tingkat ukuran saja. Jika ukuran tidak disesuaikan, sejumlah gangguan berkendara pastinya lah akan temui. Jika ukuran ditingkatkan berlebihan rumah roda akan penuh & akan membentur dengan fender & sejumlah parts lainnya, sehingga menyebabkan bertambahnya radius putar.

Saat ukuran pelek ditingkatkan, ukuran ban juga akan berubah & kecenderungan bobot pasti lah bertambah.saat bobot bertambah, maka dapat di pastikan konsumsi bahan bakar juga tentu akan meningkat, tapi semua kembali pada merk velg & buatan nya / made in yang dipakai, karena velg ada yang berbobot berat & ada juga yang berbobot ringan.

//Paman Erwin

Baca juga: Bagaimana aturan merotasi ban?

Author: admin

An ordinary admin. Enjoying every little progress that made for being id-GV known by others trough social media and online site.

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

Upcoming Events

Categories